Pemerintah Datangkan Bibit Unggul untuk Produksi Susu Kambing PE

Pemerintah Datangkan Bibit Unggul untuk Produksi Susu Kambing PE – Sleman siap menggenjot produksi sapi kambing peranakan etawa (PE). Salah satu upaya wujudkan itu, pemerintah bakal mendatangkan bibit kambing PE yg bermutu buat mendongrak produksi susu kambing etawa.

pemerintah-datangkan-bibit-unggul-untuk-produksi-susu-kambing-pe

 

Kepala Sektor (Kabid) Peternakan, Instansi Pertanian, Perikanan, & Kehutanan (DPPK) Sleman, Suwandi Aziz mengakui peternak kambing PE kala ini masihlah kekurangan bibit bermutu. Dampaknya, produksi susu kambing tak maksimal walau pangsa pasarnya menjanjikan.

“Ini resiko dari minimnya kambing jantan murni PE. Dari 7.000 ternak PE, yg jantan murni cuma seputar 20 persennya saja,” kata Suwandi Aziz disaat meninjau & meresmikan gedung Grup Swadaya masyarakat(KSM) Anggayuh Makmur, Dusun Boyong, Hargobinangun, Pakem Sleman, Selasa (23/8)

Jelasnya, proses pengajuan bibit berkwalitas dilakukan sekian banyak disaat dulu. Kala ini, pemerintah pusat telah sediakan 200 kambing jantan murni PE berjenis Saanen yg tetap dalam step penyesuaian. Penambahan kambing PE jantan murni itu, di inginkan bisa memperbaiki mutu bibit yg ada di Sleman. Dgn demikian produksi susu dapat meningkatkan. sekarang, menurutnya, produksi susu kambing tetap di bawah potensi.

“Hasil tetap rendah, tapi dengan cara total produksi susu PE lumayan tinggi dibanding Kab lain. bahkan akhirnya telah sanggup dijual sampai luar Sleman. sekarang ini suplai tetap didominasi dari wilayah Pakem & Turi,” menurutnya.

Sementara, Pengawas Grup Swadaya warga(KSM) Anggayuh Makmur, Dusun Boyong, Hargobinangun, Pakem Sleman Suwadi mengemukakan, pihaknya sekarang ini baru mampu membuahkan susu kambing banyaknya 25 liter per hri. Adapun jumlah komunitas kambing PE tertulis banyaknya 500 ekor. “Harga susu kambing lebih menggiurkan. Kami konsisten mengupayakan mendorong produksi buat meningkatkan kesejahteraan peternak. Namun kami tetap kesusahan utk mendorong produksi,” kata Suwadi.

Menurut Suwadi, group ternaknya berkembang berawal dari Merapi project yg diinisiasi oleh PT Sarihusada lewat Merapi Project Danone Ecosystem terhadap 2010 dulu. Kala ini group tersebut mempunyai kambing PE banyaknya 500 ekor dari 40 peternak juga sapi perah sejumlah 20 ekor dari 20 peternak. Dari jumlah ini, mereka sanggup memproduksi susu kambing jumlahnya 6.000 liter perbulan.

 

Lihat selengkapnya : http://susukambingetawagmp.com

Toko Mebel Online Abal-abal di Jepara bakal Diblokir

Menjual beli mebel yg menggunakan pelayanan online akan berdampak negatif. Kalau ada perusahaan abal-abal, maka dari itu dapat mencoreng citra & mutu mebel dalam negara.

 

toko-mebel-online-abal-abal-di-jepara-bakal-diblokir

 

Jepara, jateng, yaitu salah satu Kab yg mengandalkan business mebel. Tidak heran apabila pebisnis di Jepara menjaga mutu komoditas tersebut.

Ketua Himpunan Industri Mebel & Kerajinan Indonesia (HIMKI) Dewan Perwakilan Daerah Jepara Raya Maskur Zaenuri mengemukakan tidak sedikit page toko mebel yg abal-abal & tidak mempunyai kantor. Terkecuali itu, tersangka usaha dunia maya tidak menjalankan aturan perdagangan ekspor impor, contohnya tak mempunyai gudang.

“Dampak negatif dari fenomena ini yakni penipuan. Tidak Sedikit website menjual beli mebel yg tak mempunyai kantor & tak menjalankan regulasi yg ada. Utk itu, kami meminta biar web abal-abal & yg masuk list hitam diblokir,” ucap Maskur usai pelantikan Dewan Perwakilan Daerah HIMKI Jepara Raya, Selasa (23/8/2016).

Buat menangkal lapak online nakal, Maskur berkoordinasi dgn Asosiasi Pembisnis Online Jepara & populasi bloger. Koordinasi bakal menelusuri toko mebel nakal & masuk dalam list hitam.

“Dan kami serta meminta dukungan terhadap pemerintah buat menerbitkan regulasi yg mengatur masalah ini,” kata Maskur.

Ditambahkan Maskur, list hitam transaksi yg dimaksud itu berkait bersama jumlahnya menjual beli online dgn alat sosial ataupun situs. Tapi, transaksi tak sempat dipenuhi. Maka tidak sedikit costumer lokal ataupun buyer asing yg tertipu.

“Akibatnya mereka (buyer) tidak sedikit yg lari. Ini seperti fenomena thn 98-99 walaupun caranya tidak sama. Mebel Jepara kembali masuk dalam list hitam dari buyer,” sesal Maskur.

Tidak Hanya dirugikan akibat adanya citra jelek, lanjut Maskur, keberadaan eksportir online tersebut menimbulkan persaingan yg tidak imbang. Pasalnya, tidak sedikit dari mereka yg tidak mempunyai kantor terus. Maka, memunculkan persaingan harga yg tak sehat.

Pengusaha Lampion Girang karena Kebanjiran Pesanan

Pengusaha Lampion Girang karena Kebanjiran Pesanan – Dalam sekian banyak hri ke depan, penduduk Thionghoa bersuka cita merayakan th baru China. Tak cuma penduduk Tionghoa, para pebisnis jual lampion jakarta juga ikut bersemangat menyongsong thn baru ini. Jelas saja, tiap-tiap kali thn baru Imlek tiba, para pembuat & bakul lampion kerap memanen untung berlipat.

pengusaha lampion

 

Agus Neo contohnya, cowok asal Malang ini telah jadi pembuat lampion sejak th 1998. Beliau mengaku telah memperoleh pesanan puluhan ribu lampion beraneka ragam model & ukuran buat menyongsong th baru Imlek bln ini. Brand dagang yg dirinya beri nama Kampoeng Lampion ini, diproduksi dijalan Juanda, Kota Malang, Jawa Timur.

Pesanan mulai sejak ramai datang sejak tiga bln dulu. Dirinya mengaku memproduksi seputar 10.000 lampion dalam tiga bln ini buat memenuhi permintaan yg datang. “Jumlah produksi meningkat berkali-kali lipat dari kapasitas produksi di bulan-bulan biasa yg cuma memproduksi lebih kurang 1.000 lampion per bln,” ucap Agus.

Ia bilang, seluruh lampion ini dibuat berdasarkan pesanan dari jauh-jauh hri. “Sehingga sekarang ini, kami telah tak terima pesanan lagi,” kata ia.
Sebahagian agung pelanggan yg datang dalam partai agung buat kepentingan dekorasi mal & kantor. Agus mencontohkan, dekorasi lampion di Mal Ciputra, Jakarta yaitu salah satu karyanya.

Manajemen mal telah memesan sejak Desember 2014 dulu jumlahnya 850 buah lampion. Sementara 200 lampion dipesan utk dekorasi hotel, & beberapa ratus lampion lain utk kantor seperti bank BCA & sekian banyak restoran.

Agus mengaku permintaan yg datang berasal dari para pelanggan lama yg telah biasa memesan lampion ke padanya. “Saya mengirimkan ke Jakarta, Surabaya, bahkan hingga ke Singkawang di Kalimantan,” kata dirinya.

Agus jual product lampion kebanyakan seharga Rupiah 60.000 per satuan. Dikarenakan telah pesanan telah membeludak, sejak awal Pebruari ini, dirinya telah tak lagi menerima pesanan.

Automatic, omzet yg diraup Agus juga ikut terkerek. Dirinya mengaku sanggup meraup omzet sampai Rupiah 400 juta dalam momen Imlek th ini. Omzet segede itu meningkat lebih kurang tiga kali lipat dari rata rata.

Sementara, Khoiran Mahmudi, pemilik bisnis Jezina Light yg serta memproduksi lampion ikut merasakan peningkatan permintaan. Rata-rata Khoiran cuma menciptakan lampion utk program keagamaan atau dekorasi taman. Kapasitas produksinya cuma 100 lampion per hri. Tapi sejak Desember th dulu, produksi telah bertambah sampai 200 lampion per hri lantaran banjir pesanan.

Khoiran jual lampion sejak mulai dari Rupiah 15.000 sampai Rupiah 100.000 per satuan. Dirinya mengaku dapat meraup omzet sampai Rupiah 200 juta dua bln terakhir. Kebanyakan ia mengirim pesanan ke mal-mal di Surabaya, Bali, Kalimantan, Semarang, bahkan hingga Palembang.