Pengusaha Lampion Girang karena Kebanjiran Pesanan

Pengusaha Lampion Girang karena Kebanjiran Pesanan – Dalam sekian banyak hri ke depan, penduduk Thionghoa bersuka cita merayakan th baru China. Tak cuma penduduk Tionghoa, para pebisnis jual lampion jakarta juga ikut bersemangat menyongsong thn baru ini. Jelas saja, tiap-tiap kali thn baru Imlek tiba, para pembuat & bakul lampion kerap memanen untung berlipat.

pengusaha lampion

 

Agus Neo contohnya, cowok asal Malang ini telah jadi pembuat lampion sejak th 1998. Beliau mengaku telah memperoleh pesanan puluhan ribu lampion beraneka ragam model & ukuran buat menyongsong th baru Imlek bln ini. Brand dagang yg dirinya beri nama Kampoeng Lampion ini, diproduksi dijalan Juanda, Kota Malang, Jawa Timur.

Pesanan mulai sejak ramai datang sejak tiga bln dulu. Dirinya mengaku memproduksi seputar 10.000 lampion dalam tiga bln ini buat memenuhi permintaan yg datang. “Jumlah produksi meningkat berkali-kali lipat dari kapasitas produksi di bulan-bulan biasa yg cuma memproduksi lebih kurang 1.000 lampion per bln,” ucap Agus.

Ia bilang, seluruh lampion ini dibuat berdasarkan pesanan dari jauh-jauh hri. “Sehingga sekarang ini, kami telah tak terima pesanan lagi,” kata ia.
Sebahagian agung pelanggan yg datang dalam partai agung buat kepentingan dekorasi mal & kantor. Agus mencontohkan, dekorasi lampion di Mal Ciputra, Jakarta yaitu salah satu karyanya.

Manajemen mal telah memesan sejak Desember 2014 dulu jumlahnya 850 buah lampion. Sementara 200 lampion dipesan utk dekorasi hotel, & beberapa ratus lampion lain utk kantor seperti bank BCA & sekian banyak restoran.

Agus mengaku permintaan yg datang berasal dari para pelanggan lama yg telah biasa memesan lampion ke padanya. “Saya mengirimkan ke Jakarta, Surabaya, bahkan hingga ke Singkawang di Kalimantan,” kata dirinya.

Agus jual product lampion kebanyakan seharga Rupiah 60.000 per satuan. Dikarenakan telah pesanan telah membeludak, sejak awal Pebruari ini, dirinya telah tak lagi menerima pesanan.

Automatic, omzet yg diraup Agus juga ikut terkerek. Dirinya mengaku sanggup meraup omzet sampai Rupiah 400 juta dalam momen Imlek th ini. Omzet segede itu meningkat lebih kurang tiga kali lipat dari rata rata.

Sementara, Khoiran Mahmudi, pemilik bisnis Jezina Light yg serta memproduksi lampion ikut merasakan peningkatan permintaan. Rata-rata Khoiran cuma menciptakan lampion utk program keagamaan atau dekorasi taman. Kapasitas produksinya cuma 100 lampion per hri. Tapi sejak Desember th dulu, produksi telah bertambah sampai 200 lampion per hri lantaran banjir pesanan.

Khoiran jual lampion sejak mulai dari Rupiah 15.000 sampai Rupiah 100.000 per satuan. Dirinya mengaku dapat meraup omzet sampai Rupiah 200 juta dua bln terakhir. Kebanyakan ia mengirim pesanan ke mal-mal di Surabaya, Bali, Kalimantan, Semarang, bahkan hingga Palembang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s